3 Tantangan yang Dapat Muncul Selama Syuting Video Pembelajaran

Daftar Isi

    Peran Syuting dalam Video Pembelajaran

    Dalam penyusunan video pembelajaran, ada beberapa fase yang perlu dilalui sebelum hasil akhirnya bisa didistribusikan. Salah satu proses krusial dalam produksi adalah syuting. Syuting adalah proses pengambilan gambar atau rekaman visual dan audio. Dalam konteks video pembelajaran, syuting bisa berupa pengambilan adegan sisipan sebagai visualisasi atau pengambilan penyampaian narasumber. Dalam konteks ini, kita berfokus pada pengambilan penyampaian narasumber.

    Kelancaran proses syuting berdampak langsung pada kualitas hasil akhir. Jika alurnya tertata dengan baik, kru syuting bisa bekerja secara efektif tanpa ada kebingungan dan ada energi yang terbuang percuma. Talent pun dapat membawakan materi secara natural karena prosesnya berjalan tanpa banyak jeda.

    Namun, meskipun segala hal sudah dirancang dan dijadwalkan dengan baik, selalu ada potensi tantangan yang muncul di hari-H. Beberapa dari tantangan ini bersifat teknis, sementara yang lain melibatkan manusia dan komunikasi.

    Berikut adalah tiga tantangan yang cukup umum terjadi selama proses syuting bersama narasumber, lengkap dengan langkah antisipatif yang bisa dilakukan.

    3 Tantangan Selama Syuting bersama Narasumber

    1. Masalah Perlengkapan Teknis

    Perlengkapan syuting adalah tulang punggung produksi. Dari pengalaman Monkey Melody, masalah teknis kadang bisa terjadi secara tidak terduga. Kami pernah mengalami situasi di mana ada lampu yang tidak berfungsi dengan baik, atau mikrofon wireless menghasilkan noise yang tidak terdeteksi saat pengecekan awal.

    Masalah seperti ini bisa menghambat jalannya produksi dan memakan waktu cukup banyak. Untuk itu, penting bagi tim produksi untuk menyediakan waktu khusus untuk technical check sebelum syuting dimulai dan bila memungkinkan menyiapkan perlengkapan cadangan.

    Langkah-langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko gangguan dan membantu menjaga alur syuting tetap lancar.

     

    1. Talent Membutuhkan Penyesuaian

    Dalam banyak proyek video pembelajaran korporat, talent yang digunakan adalah Subject Matter Expert (SME) atau narasumber internal perusahaan. Meskipun ahli di bidangnya, tidak semua SME terbiasa berbicara di depan kamera. Beberapa merasa canggung, grogi, atau butuh waktu lebih lama untuk menyampaikan kalimat sesuai naskah.

    Pengalaman kami menunjukkan bahwa pendekatan yang manusiawi dan suportif sangat membantu. Hal-hal yang bisa diterapkan misalnya dengan mengadakan sesi briefing sebelum hari syuting. Jika memungkinkan, berikan SME kesempatan untuk latihan mandiri menggunakan kamera yang ada agar terbiasa melihat dan mendengar dirinya sendiri.

     

    1. Perubahan Naskah di Lokasi

    Meskipun naskah sudah disetujui dan dikunci sebelumnya, perubahan kadang tidak bisa dihindari. Bisa jadi karena konteks berubah, ada terminologi yang perlu disesuaikan, atau klien melihat ada bagian yang lebih baik diubah saat syuting berlangsung.

    Untuk menghadapi hal ini, penting untuk menerapkan fase review naskah yang ketat sebelum syuting, termasuk validasi oleh pihak konten dan komunikasi. Selain itu, perlu ada alur komunikasi yang jelas antara klien, sutradara, dan tim produksi. Namun, ketika perubahan terjadi di lokasi, sutradara perlu bisa mengambil keputusan cepat dan tepat.

    Kunci dari tantangan ini ada pada kelincahan berpikir dan kualitas komunikasi di antara semua pihak yang terlibat.

    Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.

    Share:

    M. Rizky Fajar Ramadhan

    Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.