3 Tips Mengonversi Materi Ajar Menjadi Aset Visual

Daftar Isi

    Grafis dan Animasi Membutuhkan Perencanaan yang Baik

    Dalam produksi video pembelajaran, pembuatan grafis dan animasi yang relevan dengan materi ajar tentunya sangat penting. Untuk menjaga akurasi, perlu ada tim yang memiliki tingkat komprehensi yang baik dan mampu mengolah materi menjadi script dan perencanaan visual yang sesuai.

    Di Monkey Melody, tim storyboarder kami bertugas untuk mengonversi naskah menjadi storyboard yang siap digunakan oleh tim pasca-produksi alias desainer grafis dan animator. Tidak hanya sekadar menggambar, para storyboarder harus memiliki pemahaman yang mendalam terhadap materi yang disampaikan.

    Terutama untuk materi yang bersifat teknis atau kompleks, pemahaman ini menjadi krusial. Storyboard yang dibuat tanpa analisis yang mendalam terhadap naskah berisiko menampilkan visual yang kurang akurat, yang pada akhirnya dapat menimbulkan kebingungan di antara peserta ajar.

    Tim storyboarder kami juga secara spesifik menentukan layout serta timing kemunculan dan pergerakan setiap elemen visual agar selaras dengan narasi yang disampaikan. Elemen-elemen ini nantinya akan menghasilkan animasi yang menarik dan akurat secara konten.

    3 Tips Mengonversi Materi Ajar Menjadi Aset Visual

    1. Parafrasekan Penjelasan Panjang

    Materi ajar sering kali dipenuhi kalimat panjang karena biasanya memang berfungsi sebagai bahan bacaan. Namun, ketika diolah untuk video, langsung menyalin teks ke dalam video bisa membuat peserta ajar kewalahan. Ini berkaitan dengan Redundancy Principle dari Richard E. Mayer, bahwa informasi berlebihan dalam satu waktu bisa mengganggu proses belajar.

    Solusinya? Parafrase. Alih-alih menampilkan teks aslinya, coba ubah menjadi versi yang lebih ringkas tapi tetap pertahankan inti pesannya. Gunakan bahasa yang lugas dan sesuai dengan konteks peseerta ajar. Coba bayangkan kita sedang menjelaskan sesuatu kepada teman secara langsung. Biasanya tidak akan seformal penjelasan dalam buku teks, bukan?

     

    1. Visualisasikan Tahap atau Fase

    Materi ajar korporat sering kali membahas prosedur, alur kerja, atau tahapan-tahapan tertentu. Salah satu metode yang bisa dilakukan adalah dengan mengonversi teks menjadi bentuk visual sequence.

    Visual-visual yang menggambarkan tahap atau fase akan membantu peserta ajar memahami alur dengan lebih cepat, tanpa perlu membaca paragraf panjang. Tentunya, tim kreatif seperti tim storyboarder perlu benar-benar memahami kontennya supaya visualnya tidak membuat peserta ajar bingung karena tidak akurat.

     

    1. Visualisasikan Penggalan Kalimat

    Pernah membaca paragraf materi yang teknis dan ‘berat’? Ketika kita menghadapi paragraf seperti ini, sebaiknya kita pecah dulu menjadi beberapa bagian.

    Identifikasi ide-ide kunci dalam paragraf tersebut, lalu ubah menjadi penggalan-penggalan kecil yang bisa divisualisasikan secara terpisah. Setiap penggalan bisa disajikan menjadi beberapa aset visual yang menggambarkan penjelasan tertentu, tergantung konteksnya. Hal ini penting supaya peserta ajar dapat menangkap informasi secara bertahap dan tetap engaged.

    Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.

    Share:

    M. Rizky Fajar Ramadhan

    Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.