Sejak kehadiran ChatGPT dan platform Generative AI lainnya, Generative AI berubah dari sekadar tren menjadi alat yang benar-benar mendukung proses kerja. Dalam waktu singkat, kita sudah melihat transformasi luar biasa. Dari yang awalnya hanya sebatas menghasilkan teks, kini Generative AI mampu menghasilkan gambar dan video berkualitas tinggi serta membantu merancang berbagai hal termasuk strategi konten.
Menurut hasil survei oleh Kaltura, 52% profesional marketing dari 500 responden sudah mengintegrasikan AI dalam workflow mereka. Sementara 36% lainnya sedang dalam tahap eksperimen. Artinya, hampir 90% tim pemasaran sudah bersentuhan dengan AI.
Menariknya, data dari World Economic Forum menyebutkan bahwa pekerjaan di bidang media dan pemasaran termasuk dalam kategori dengan potensi tinggi untuk tergantikan oleh AI. Lebih tepatnya di posisi ketiga setelah Artificial Intelligence and Big Data dan Reading, Writing, and Mathematics.
Beberapa contoh penerapan Generative AI misalnya penyusunan copywriting yang terstruktur dengan tone sesuai citra brand, Meriset keyword SEO dengan cepat, Menganalisis sentimen audiens di media sosial, dan lainnya.
Para tim profesional di bidang L&D atau HARI memiliki peran strategis untuk menjembatani gap ini. Beberapa langkah yang bisa mulai dilakukan di antaranya adalah dengan melakukan audit keterampilan saat ini di divisi marketing. Ini penting untuk mengidentifikasi karyawan yang masih kekurangan literasi AI.
Meski Generative AI terasa ajaib, penggunaannya tetap butuh strategi. Deloitte mencatat bahwa banyak organisasi kesulitan men-scale nilai awal dari penggunaan AI karena kendala utama, yaitu kurangnya keterampilan dari para penggunanya.
Begitu sudah berhasil dideteksi, saatnya menyediakan fasilitasi pelatihan berbasis praktik. Misalnya, sesi live prompt crafting, studi kasus penggunaan GenAI untuk konten kampanye, atau simulasi marketing automation.
Tentunya diperlukan budaya eksplorasi, bukan kompetisi. Alih-alih merasa tersaingi oleh AI, tim bisa melihat AI sebagai mitra kerja yang bisa mempercepat berbagai proses sehingga kinerja perusahaan meningkat.
Tim marketing bisa sangat terbantu dengan GenAI dalam hal pembuatan konten, riset audiens, hingga analisis data. Tapi kalau tidak tahu bagaimana cara menyusun dan meng-input prompt yang optimal ke dalam AI, hasilnya bisa kurang memuaskan dan justru tidak optimal. Mirip seperti bekerja dengan vendor baru, kita perlu memahami gaya komunikasi dan prosesnya supaya lebih akurat dan efektif.
Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.
Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.