Mendaur Ulang Rekaman Mengajar untuk Berbagai Kebutuhan Digital

Daftar Isi

    Rekaman Mengajar Belum Sepenuhnya Dimanfaatkan Kembali

    Kini banyak perusahaan sudah terbiasa dengan sistem pelatihan / pembelajaran online. Namun, kebiasaan merekam dan memanfaatkan kembali rekaman tersebut sebagai bahan ajar masih belum sepenuhnya dijadikan praktik standar. Menurut laporan Kaltura tahun 2022–2023, hanya 35% perusahaan yang secara aktif mendaur ulang rekaman sesi pelatihan / pembelajaran mereka menjadi materi baru.

    95% organisasi yang mendaur ulang video menyatakan bahwa masa guna konten tersebut bisa bertahan hingga 6 bulan, bahkan ada yang sampai lebih dari setahun. Artinya, satu kali rekaman bisa digunakan berkali-kali sehingga menjadi lebih efisien ketimbang harus selalu mengulang sesi dari nol.

    Ada beberapa alasan mengapa perusahaan mungkin belum memanfaatkan rekaman video. Misalnya, mungkin belum tahu harus mulai dari mana karena tidak memiliki wawasan yang cukup terkait multimedia. Kalaupun didelegasikan ke tim lain, bisa jadi belum ada tim kreatif yang bisa mengolah rekaman yang ada.

    3 Pemanfaatan Rekaman Mengajar Menjadi Konten Digital Lain

    1. Disulap Menjadi Konten Media Sosial
      Ambil satu topik dari sesi mengajar, lalu coba cari momen-momen yang dirasa esensial atau menarik. Kemudian coba potong dan gabungkan sehingga menjadi video pendek berdurasi maksimal 1 menit. Kalau memungkinkan, sedikit editing dan tambahan motion graphic bisa membuat videonya menjadi lebih menarik. Video pendek ini bisa di-upload untuk Instagram, LinkedIn, atau TikTok perusahaan.
    2. Digunakan sebagai Recap di Sesi Berikutnya
      Apabila pelatihannya terdiri dari banyak sesi, bagian rekaman sebelumnya bisa digunakan sebagai video pengantar sebelum topik baru dimulai. Ini membantu peserta ajar tetap terhubung dan mengingat konteks pembahasan.
    3. Dikonversi Menjadi Video Learning Modular
      Mirip dengan konten media sosial, pilihlah bagian-bagian penting dari rekaman, edit, lalu susun ulang menjadi video learning berdurasi singkat. Berbeda dengan konten media sosial, durasinya bisa dibuat lebih panjang selama potongan-potongannya relevan dan koheren. Hasil akhirnya bisa dimasukkan ke dalam LMS perusahaan sebagai bagian dari pelatihan asynchronous.

    Tentu tidak semua rekaman bisa langsung dipakai ulang. Kuncinya ada pada proses kurasi dan penyuntingan yang cermat. Tidak sedikit rekaman yang secara teknis masih kurang layak, baik dari segi kualitas suara maupun gambar. Misalnya, jika audio terdengar terlalu banyak noise atau visualnya buram, maka diperlukan perbaikan teknis sebelum layak digunakan sebagai bahan ajar.

    Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.

    Share:

    M. Rizky Fajar Ramadhan

    Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.