Membaca buku atau menonton video mungkin sudah cukup efektif ketika kita sedang mempelajari materi yang bersifat teoritis. Tapi bagaimana dengan kemampuan yang butuh lebih banyak praktik, seperti video eksperimen di sekolah misalnya? Apakah video saja sudah cukup?
Pada dasarnya, video eksperimen memang bersifat demonstratif. Alias tujuannya untuk menunjukkan proses dan hasil. Namun, tanpa ada keterlibatan langsung, peserta ajar cenderung hanya menonton secara pasif. Transfer pengetahuan hanya berjalan satu ara dan potensi retensi materi pun bisa menurun.
Menurut survei Kaltura di tahun 2024, elemen interaktif seperti kuis dan chat menjadi alat yang paling sering digunakan dalam pembelajaran digital karena terbukti meningkatkan keterlibatan peserta.
Penggunaan teknologi interaktif dalam video learning memiliki manfaat yang besar, khususnya dalam meningkatkan retensi informasi, keterlibatan, dan pemahaman karyawan terhadap materi yang disampaikan. Hal ini penting karena semakin tinggi keterlibatan karyawan dalam pembelajaran, semakin besar kemungkinan mereka untuk memahami dan mengingat materi.
Jadi, mengapa tidak kita terapkan pada video eksperimen juga? Salah satu pendekatan yang pernah diterapkan oleh Monkey Melody dalam project video pembelajaran bersama Penerbit Erlangga adalah menyisipkan beberapa elemen interaktif seperti learning map dan beberapa format kuis di tengah video untuk meningkatkan engagement peserta ajar.
Di proyek video pembelajaran Erklika, platform digital milik Penerbit Erlangga, Monkey Melody diminta untuk menyusun rangkaian video eksperimen yang mengandung unsur interaktivitas supaya siswa tidak hanya menonton secara pasif.

Siswa diajak menonton video yang terdiri dari segmen teori dan segmen eksperimen. Selama segmen eksperimen, siswa akan dihadapkan oleh beberapa pertanyaan yang menguji pemahaman teori mereka sebelumnya. Jika menjawab dengan benar, video selanjutnya akan menampilkan hasil sesuai larutan yang dipilih. Jika tidak, mereka diberi kesempatan untuk mencoba ulang atau langsung melanjutkan. Pilihan ini tergantung pada jenis materi.
Elemen interaktivitas yang kami terapkan tidak dibatasi oleh kuis saja. Supaya dapat lebih terlibat dan menyerap materi dengan baik, kami menggabungkan elemen multimedia interaktif lain seperti game map. Dengan game map ini, siswa akan mendapatkan pengalaman seperti main game.

Rangkaian elemen ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang menarik sehingga meningkatkan retensi dan komprehensi.
Untuk mendukung interaktivitas, Monkey Melody menggunakan H5P. H5P adalah sebuah platform open-source yang memungkinkan pengguna untuk membuat, berbagi, dan menggunakan konten interaktif secara online. Dengan H5P, pengguna dapat membuat berbagai jenis konten interaktif seperti kuis, presentasi, video interaktif, dan game edukatif tanpa memerlukan skill pemrograman yang mendalam.
H5P ini juga Bisa di-embed ke berbagai Learning Management System (LMS) seperti Moodle, WordPress, atau platform internal perusahaan.
Untuk perusahaan yang ingin mengembangkan video learning dengan elemen interaktif, H5P dapat menjadi solusi yang ideal. H5P adalah platform open-source yang memungkinkan pengguna membuat, berbagi, dan menggunakan konten interaktif secara online.
Format yang disediakan juga beragam, loh. Jadi, kuis yang sederhana saja bisa disulap menjadi format yang lebih menarik. Selain yang telah disebutkan tadi, masih banyak elemen interaktivitas yang bisa diterapkan untuk menciptakan learning journey yang lebih bermakna bagi para siswa atau peserta ajar.
Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.
Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.