Integrasi Prinsip Personalisasi dalam Multimedia Interaktif

Daftar Isi

    Pentingnya Belajar Serasa Diajak Mengobrol

    Pernah tidak menonton video pembelajaran yang bahasanya dan gaya penyampaiannya baku sekali. Biasanya kuliah atau sesi edukasi formal sejenis cenderung dibawakan dengan cara seperti itu. Tidak jarang kita dengar atau lihat beberapa orang dilanda kantuk dalam sesi seperti itu. Atau mungkin Anda merasakannya sendiri.

    Kenyataannya, kini ada banyak content creator di bidang edukasi yang berhasil membuat video edukasi yang menarik. Jelas, visual memiliki peran yang penting. Namun, bagaimana dengan penjelasan lisannya? Ternyata, banyak video pembelajaran yang penyampaiannya sangat relevan dan terasa akrab, padahal mungkin materinya juga bersifat teknis atau kompleks. Bedanya di mana? Ada di gaya penyampaian.

    Seperti halnya mengobrol dengan teman, gaya penyampaian yang lebih komunikatif dan mengena kepada audiens akan lebih efektif. Ini karena otak manusia lebih terbiasa menyerap informasi lewat komunikasi yang terasa seperti dari manusia ke manusia. Hal ini ditekankan oleh Richard E. Mayer dalam salah satu prinsipnya, yaitu Prinsip Personalisasi.

    Penerapan Prinsip Personalisasi dalam Multimedia Interaktif

    Dalam prinsip personalisasi, Mayer menekankan bahwa penyampaian dengan gaya percakapan akan jauh lebih efektif. Gaya percakapan di sini adalaha kebalikan dari gaya bahasa yang formal dan kaku seperti buku teks. Kenapa ini penting? Karena secara alami, otak manusia lebih merespons komunikasi antarindividu. Pemilihan kata dan nada bicara yang lebih membumi dan terasa seperti percakapan membuat penonton merasa diajak mengobrol.

    Lalu bagaimana penerapannya di dalam multimedia interaktif? Salah satu keunggulan utama dari pembelajaran interaktif adalah kemampuan untuk meningkatkan engagement alias keterlibatan peserta ajar. Keaktifan partisipasi cenderung membantu mereka lebih memahami dan mengingat materi yang disampaikan.

    Elemen Interaktivitas tentu mengandung beragam hal seperti kuis, opsi dalam cerita bercabang, peta permainan, dan sebagainya. Namun, dalam rangkaian video pembelajaran, elemen sosok yang menyampaikan pembelajarannya sendiri tetap ada. Karena itu, script yang disusun perlu mengintegrasikan prinsip personalisasi ke dalam titik-titik yang mengandung unsur interaktif.

    Misalnya, dalam menerapkan elemen interaktif yang asyik, salah satu yang pernah dilakukan Monkey Melody adalah menyisipkan kuis di titik-titik tertentu untuk menarik perhatian peserta ajar. Momen ini juga berfungsi untuk memicu ingatan mereka terhadap materi yang telah dipelajari sebelumnya. Gaya pembawaan yang mengandung nada mengajak bisa lebih efektif di bagian seperti ini.

    Tentu, prinsip personalisasi ini memiliki banyak pendekatan. Selama sesuai dengan objektif dan tetap berpatokan pada gaya bahasa yang tidak kaku, kita bisa bebas berkreasi.

    Ingat, perlu ditekankan bahwa gaya bahasa personal bukan berarti asal santai. gaya penyampaian yang digunakan talent juga perlu disesuaikan dengan karakter audiens: apakah mereka karyawan baru? Profesional berpengalaman? Tim lapangan atau manajer senior?

    Karena itulah, peran tim penulis script sangat krusial. Untuk menghasilkan penyampaian yang tetap terdengar profesional, tapi tetap terasa hangat dan mudah dicerna butuh proses yang teknis seperti pemilihan diksi, penyusunan struktur kalimat, penentuan nada, dan sebagainya.

    Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.

    Share:

    M. Rizky Fajar Ramadhan

    Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.