Menyusun Cerita untuk Video Pembelajaran Simulasi

Daftar Isi

    Fungsi Cerita dalam Pembelajaran

    Pendekatan pelatihan online di perusahaan biasanya berfokus pada aktivasi LMS, penyusunan video pembelajaran, pengadaan webinar, dan sejenisnya. Video pembelajaran memang sudah terbukti cukup efektif untuk pembelajaran secara asynchronous ketimbang menggunakan modul tekstual saja. Namun, video yang sudah diproduksi dengan baik tidak menjamin karyawan dapat sepenuhnya terlibat karena sifat video yang mendorong proses pembelajaran yang pasif. Nah, di sinilah simulasi masuk sebagai opsi alternatif.

    Menurut beberapa studi, penggunaan teknologi simulatif seperti VR dan AR bisa meningkatkan retensi pengetahuan hingga 30% lebih tinggi dibanding metode digital konvensional. Tapi apakah simulasi tidak harus berarti memerlukan VR atau AR? Ternyata, simulasi bisa dihadirkan dalam bentuk sederhana, misalnya dengan video interaktif yang menyajikan cerita dan pilihan-pilihan.

    Coba bayangkan Anda sedang menyusun pelatihan etika bisnis. Jika hanya disajikan lewat paparan formal, kemungkinan besar karyawan akan cepat kehilangan fokus. Namun, begitu materi dikemas menjadi sebuah cerita dengan karakter, konflik, dan pilihan tindakan, karyawan bisa merasa langsung terlibat. Ini menjadi sangat efektif untuk materi-materi yang menyediakan berbagai studi kasus.

    Di titik inilah cerita menjadi esensial. Kehadiran cerita mengajak peserta ajar untuk terlibat secara emosional dan juga dapat mendorong peserta ajar untuk berpikir kritis. Saat mereka dihadapkan pada pilihan-pilihan tertentu, peserta didorong untuk mengambil keputusan. Dalam proses pengambilan keputusan, otomatis mereka perlu mengingat materi dan berpikir kritis. Hasil dari pilihan itu akan memengaruhi jalannya cerita serta ending yang mereka dapatkan.

    Selama penyusunan cerita, kita perlu merancang pilihan apa saja yang relevan dengan objektif pembelajaran. Selain keseruan bisa membuka jalan cerita dan ending yang berbeda, peserta ajar juga perlu memperoleh pesan yang ingin disampaikan dari hasil pilihan-pilihan tersebut.

    Dari Modul Formal ke Video Simulasi Berbasis Visual Novel

    Monkey Melody pernah bekerja sama dengan KPK dalam menyusun video pembelajaran tentang Kode Etik dan Kode Perilaku. Setelah mendiskusikan objektif dan kebutuhan klien, tim Monkey Melody memilih format visual novel sebagai basis gaya rangkaian video materi tersebut.

    Bisa ditebak dari namanya, Visual Novel adalah sejenis game yang sangat berfokus pada narasi. Uniknya, Visual Novel mengandung unsur interaktif yang dapat memengaruhi akhir cerita. Visual Novel bisa berbeda-beda tapi secara umum, pemain dapat melihat sosok karakter dengan kotak teks yang berisi dialog ataupun narasi.

    Peserta ajar mengikuti cerita melalui dialog antar dua tokoh yang kami bangun berdasarkan data-data yang kami terima seperti target audiens. Di segmen tertentu, peserta ajar diberi kesempatan untuk memilih jalan cerita. Setiap keputusan membuka konsekuensi berbeda, dan peserta ajar bisa merasakan langsung dampak dari pilihan mereka.

    Dalam penyusunan cerita, tim kami mengacu pada kasus-kasus nyata yang disediakan oleh KPK. Kasus-kasus tersebut kemudian dipadukan dengan karakter dan alur yang telah dirancang sejak awal, sehingga peserta ajar dapat merasa lebih dekat dengan tokoh utama. Walau cerita bercabang hanya muncul di satu modul, tujuannya agar peserta lebih mudah membayangkan berbagai dilema yang mungkin terjadi beserta konsekuensinya.

    Sepanjang modul, peserta diminta memilih opsi tertentu untuk melanjutkan jalannya cerita. Layaknya sebuah visual novel, setiap pilihan akan membawa mereka ke jalur yang berbeda hingga berujung pada akhir cerita yang bervariasi, tergantung keputusan sebelumnya.

    Konsep bercabang ini diperkuat dengan visual serta pengisi suara yang selaras, menciptakan pengalaman belajar yang lebih berkesan. Dengan begitu, pesan dan pelajaran yang terkandung diharapkan lebih mudah diingat sekaligus diterapkan dalam konteks nyata.

    Hasilnya? Materi yang tadinya berpotensi kaku berubah menjadi pengalaman yang lebih personal. Peserta merasa terhubung dengan karakter, lebih mudah memahami dilema etis, dan yang paling penting, mereka lebih mengingat pesan utama yang disampaikan.

    simulasi berbasis cerita ini bisa memberikan warna baru dalam proses pembelajaran asynchronous. Selain itu, simulasi ini adalah strategi yang dapat membuat karyawan lebih aktif, terhubung, dan siap menghadapi realitas kerja. Dengan pendekatan ini, harapannya kita membangun pengalaman belajar yang lebih hidup dan bermakna.

    Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.

    Share:

    M. Rizky Fajar Ramadhan

    Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.