Setiap perusahaan pasti harus mengeluarkan budget besar untuk pelatihan karyawannya. Menurut data dari Training Magazine, pengeluaran untuk pelatihan di Amerika Serikat saja mencapai USD 102,8 miliar untuk periode 2024-2025. Namun kenyataannya, riset dari Harvard Business Review menunjukkan bahwa hanya 10 persen dari USD 200 miliar investasi pelatihan tahunan yang menghasilkan dampak nyata.
Berkaitan dengan itu, ada satu platform sederhana yang mampu mengintegrasikan interaktif ke dalam video tanpa mengandalkan kemampuan coding yang mendalam ataupun biaya besar. Nama platform ini adalah H5P. Berdasarkan data dari H5P Group, lebih dari 200.000 website di seluruh dunia sudah menggunakan H5P pada Januari 2020, termasuk universitas, lembaga pemerintah, organisasi militer, dan lainnya. Platform ini terintegrasi langsung dengan Learning Management System (LMS) populer seperti Moodle, WordPress, Canvas, Brightspace, dan Blackboard. Konten yang dibuat di H5P juga bisa diakses dengan tampilan optimal baik dari desktop, tablet, maupun smartphone.
H5P adalah platform open-source yang memungkinkan pengguna membuat, berbagi, dan menggunakan konten interaktif secara online. Yang membuat H5P menarik adalah koleksi format konten yang sangat lengkap. Ada lebih dari 50 tipe konten interaktif yang bisa dibuat tanpa perlu coding sama sekali, mulai dari Interactive Video, Course Presentation, Branching Scenario, hingga Virtual Tour 360 derajat. Bahkan di tahun 2025, H5P meluncurkan fitur Smart Import yang menggunakan AI generatif untuk membuat draft konten 80-90 persen lengkap dalam hitungan menit.
Tentu saja, H5P punya keterbatasan. Menurut analisis dari Lindsay O’Neill Consulting, H5P berada di tingkat interaktivitas Level 2 (drill-and-practice dengan feedback), sementara Storyline di Level 3 (branching kompleks dengan variable dan logika), dan Captivate di Level 4 (VR, 360 derajat, simulasi kompleks). Jadi untuk kebutuhan simulasi tingkat lanjut, H5P mungkin bukan pilihan terbaik. Namun untuk mayoritas kebutuhan pelatihan korporat seperti onboarding, compliance, product knowledge, dan soft skills, H5P sudah sangat cukup.

Di antara berbagai jenis konten interaktif yang disediakan oleh H5P, ada tiga tipe yang sangat cocok untuk memperkuat konten bercerita atau story-based learning, yaitu Interactive Book, Timeline, dan Branching Scenario.
Kenapa storytelling itu penting? Berdasarkan riset dari Princeton University yang dipublikasikan di dalam jurnal PNAS tahun 2010, ketika mendengarkan cerita, aktivitas otak seseorang tersinkronisasi dengan otak pencerita. Ini yang disebut neural coupling. Selain itu, studi FMRI menunjukkan bahwa storytelling mengaktifkan berbagai region otak (sensorik, motorik, dan korteks frontal), sementara informasi faktual hanya mengaktifkan dua area pemrosesan bahasa.
Penelitian dari Dr. Paul Zak yang dipublikasikan di jurnal NIH Cerebrum tahun 2015 menemukan bahwa cerita dengan karakter dan ketegangan emosional memicu pelepasan neurochemical seperti cortisol (fokus dan perhatian), oxytocin (empati dan koneksi), dopamine (motivasi), dan endorphin (perasaan positif). Yang paling menarik, peningkatan oxytocin berkorelasi langsung dengan kesediaan seseorang untuk mengambil tindakan, yang analog dengan perubahan perilaku di tempat kerja.
Mari kita lihat tiga tipe konten H5P tersebut.
Interactive Book mengorganisir konten ke dalam chapter dengan sub-section. Kita bisa embed lebih dari 30 tipe konten di dalamnya seperti video, quiz, image gallery, audio, dan sebagainya dalam satu paket yang bisa dinavigasi seperti buku digital. Setiap halaman punya URL sendiri untuk direct linking, dan ada halaman kesimpulan di akhir yang menunjukkan skor dan kemajuan peserta ajar.
Untuk corporate L&D, Interactive Book sangat cocok untuk comprehensive onboarding journey yang menggabungkan kebijakan perusahaan dan video budaya dalam satu tempat. Format ini juga ideal secara efisiensi waktu karena dapat dibuka kembali kapan saja dibutuhkan.
Timeline menempatkan event-event pada display kronologis yang bisa dinavigasi, diperkaya dengan gambar, video (YouTube, Vimeo, MP4), audio, embed Google Maps, dan teks deskriptif. Era atau periode tertentu bisa dijabarkan lebih luas yang mencakup beberapa event, dan juga ada introduction slide yang bisa dikustomisasi untuk memberikan konteks lebih luas.
Otak manusia mengingat informasi lebih efektif ketika informasi tersebut terhubung dengan tempat dan waktu tertentu. Untuk pelatihan korporat, format ini bisa digunakan untuk hal seperti modul sejarah perusahaan untuk onboarding, kronologi pengembangan produk, timeline perubahan regulasi untuk pelatihan, dan narasi evolusi industri untuk memberikan konteks strategis.
Branching Scenario adalah format di mana kita bisa membangun decision tree menggunakan visual editor sederhana untuk embed presentasi, video, gambar, hotspot, dan teks di sepanjang setiap cabang. Peserta ajar dapat membuat pilihan di titik-titik tertentu dan setiap pilihan mengarah ke hasil yang berbeda. Format ini memungkinkan pelatiah di mana karyawan menavigasi dilema etis untuk praktik menangani berbagai hal di tempat kerja.
Menurut Eric Young, Manager of Education di Good Roads, H5P dapat membantu peserta ajar untuk menerapkan pengetahuan ke skenario realistis di dalam lingkungan yang aman dan tanpa dihakimi, sehingga membangun kepercayaan diri.

Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.
Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.