Seberapa Penting Set dan Prop dalam Video Pembelajaran?

Daftar Isi

    Set & Prop yang Efektif Membantu Mengurangi Beban Kognitif

    Coba ingat kembali video pelatihan yang Anda pernah tonton. Apa yang paling Anda perhatikan? Kemungkinan besar jawabannya adalah penjelasan narasumbernya, teks di layar, atau mungkin animasinya. Set atau prop kemungkinan tidak begitu diperhatikan.

    Latar dalam video mirip seperti musik latar, jarang disadari, tapi selalu terasa. Ketika pengalaman menonton video pembelajarannya lancar dan mampu mengikuti dari awal sampai akhir tanpa terdistraksi, ada kemungkinan besar bahwa elemen-elemen seperti musik, prop, dan set berfungsi dengan baik dan tidak memecah perhatian.

    Dalam dunia film sinematik, desain produksi adalah seni yang sangat disengaja. Setiap warna dinding, setiap benda di atas meja, setiap sudut ruangan dipilih untuk bercerita. Dalam video pembelajaran korporat, tentu skalanya berbeda. Tapi prinsip dasarnya tetap berlaku: lingkungan visual yang tampak di layar tidak pernah benar-benar netral terhadap persepsi penonton.

    Penelitian di bidang psikologi kognitif menunjukkan bahwa lingkungan visual sekitar secara langsung memengaruhi kapasitas kerja otak. Sebuah studi yang dikutip oleh Fred Paas dan Jeroen van Merriënboer dalam jurnal Current Directions in Psychological Science menemukan bahwa anak-anak yang belajar di ruangan dengan dekorasi berlebihan justru menunjukkan performa lebih rendah.

    Hal ini dikarenakan sebagian working memory mereka terpakai untuk memproses stimuli visual yang tidak relevan. Fenomena ini dikenal dalam cognitive load theory sebagai extraneous load alias beban kognitif yang muncul bukan dari materi itu sendiri, tapi dari elemen di sekitarnya.

    Dalam konteks video pembelajaran, beban ini bisa berupa visual yang terlalu ramai, tidak konsisten, atau bahkan tidak selaras dengan konten. Tanpa disadari peserta ajar, beban ini menggerogoti kapasitas konsentrasi mereka. Dampaknya, mereka terasa lebih lelah, sulit meresap informasi, dan lain sebagainya.

    Pentingnya Kesesuaian Visual

    Kalau latar yang tidak tepat bisa mengganggu, maka latar yang tepat bisa membuat proses belajar terasa lebih natural. Di sinilah konsep situated learning dari Jean Lave dan Etienne Wenger menjadi relevan.

    Teori ini menyatakan bahwa pembelajaran paling efektif terjadi ketika konteks belajar mencerminkan konteks nyata di mana pengetahuan akan diterapkan. Artinya, ketika peserta ajar melihat lingkungan yang familiar atau setidaknya terasa relevan dengan dunia kerja mereka, mereka lebih mudah mengaitkan materi dengan pengalaman nyata. Koneksi itu mempercepat pemahaman dan memperkuat retensi.

    Sebagai contoh, kami di Monkey Melody pernah memproduksi video pelatihan teknis untuk PLN, yang membahas materi geothermal engineering, topik yang sangat spesifik dan sarat istilah industri. Tim produksi memilih latar berwarna hijau tua yang tegas, dengan rak, helm keselamatan, dan barang relevan lainnya yang terlihat di latar belakang sebagai prop. Di atas meja, diletakkan sebuah toolbox merah. Secara keseluruhan tampilannya terasa terpadu dan mewujudkan lingkungan yang familiar bagi teknisi dan insinyur yang menjadi peserta ajarnya.

    Lalu bagaimana dengan materi yang sangat berbeda dari segi nada dan audiensnya? Kami pernah menyusun video pembelajaran untuk program Masa Persiapan Pensiun Nutrifood. 

    Di dalam video ini, latar yang dipilih berupa ruang tamu santai yang dilengkapi dengan sofa putih lembut, bantal pastel, tanaman hijau, meja kopi bundar, dan lukisan-lukisan bingkai kayu di dinding. Tone visualnya hangat dan terasa seperti rumah. Latar ini dipilih karena materi tentang transisi ke masa pensiun membutuhkan nuansa yang membuat peserta merasa tenang dan tidak tertekan.

    Memilih dan merancang latar dalam video pembelajaran adalah gabungan antara keputusan desain pembelajaran dan keputusan artistik.

    Sama seperti instructional designer memikirkan urutan materi, alur kognitif, dan relevansi contoh, tim yang bertanggung jawab atas visual seharusnya memikirkan apakah lingkungan yang tampil di layar ini membantu peserta ajar merasa nyaman, fokus, dan terhubung dengan materi? Atau justru sebaliknya?

    Bagi tim HR, L&D, atau manajer produksi konten yang sedang merancang program video pelatihan, mulailah memasukkan pertimbangan visual latar sejak tahap perencanaan. Diskusikan profil audiens bukan hanya dari sisi materi yang disampaikan, tapi juga dari sisi dunia visual yang mereka kenal. Pastikan ada seseorang dalam tim yang secara khusus bertanggung jawab atas kesesuaian set dan prop. Latar memang jarang menjadi bintang utama. Tapi perencanaan latar yang tepat dapat membantu memperlancar proses pembelajaran.

    Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.

    Share:

    M. Rizky Fajar Ramadhan

    Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.