GenAI Membantu atau Justru Menggantikan Desainer Video Pembelajaran?

Daftar Isi

    Teori Terkait Pemrosesan Otak

    Allan Paivio, psikolog kognitif dari University of Western Ontario, menghabiskan hampir empat dekade meneliti bagaimana manusia memproses dan menyimpan informasi. Teorinya yang dipublikasikan pertama kali pada 1971 dan diperluas pada 1986 mengungkap bahwa otak manusia memiliki dua sistem pemrosesan yang terpisah namun saling terhubung. Ada sistem verbal yang menangani bahasa dan sistem non-verbal yang menangani gambar.

    Paivio menemukan bahwa gambar lebih mudah diingat dibanding kata-kata karena gambar menghasilkan dual encoding, baik label verbal maupun kode visual, sedangkan kata-kata jarang memicu sistem non-verbal. John Medina dalam bukunya Brain Rules, juga menemukan hal yang serupa. Dari penelitiannya, ditemukan bahwa setelah tiga hari, orang hanya mengingat sekitar 10% informasi yang disajikan via teks saja, tapi melonjak menjadi 65% ketika informasi verbal disertai gambar yang relevan.

    Berkaitan juga dengan cara kerja otak memproses informasi, John Sweller mengembangkan Cognitive Load Theory pada 1988 yang menunjukkan bahwa memori kerja manusia sangat terbatas, baik dalam kapasitas maupun durasi.

    Sweller mengidentifikasi tiga tipe cognitive load yang bersaing memperebutkan kapasitas terbatas ini. Pertama, ada intrinsic load, yaitu kompleksitas inheren dari materi itu sendiri. Contohnya, mempelajari konsep matematika level kuliah menghasilkan intrinsic load yang lebih tinggi dibanding mempelajari matematika level SMP karena ada banyak elemen yang saling terkait yang harus diproses secara bersamaan.

    Kedua, ada extraneous load yang muncul dari desain instruksional yang buruk. Misalnya, menambahkan grafik dekoratif yang menarik tapi tidak relevan dengan materi. Hal ini mengonsumsi kapasitas pemrosesan otak tanpa memberikan manfaat pembelajaran.

    Ketiga, ada generative load, yaitu adalah usaha mental produktif yang digunakan untuk membangun skema pengetahuan dan mengintegrasikan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah ada.

    Desain Video yang Mengurangi Beban Kognitif

    Ketiga load tersebut bersifat aditif. Ketika intrinsic load + extraneous load + generative load melebihi kapasitas working memory yang terbatas, pembelajaran gagal. Di sinilah desain video pembelajaran menjadi sangat penting. Video yang dirancang dengan baik dapat mengurangi extraneous load sehingga kapasitas otak lebih banyak tersedia untuk generative load, yaitu pembelajaran yang sebenarnya.

    Richard E. Mayer, lewat lebih dari 200 studi eksperimental, menterjemahkan dual-coding theory dan cognitive load theory menjadi prinsip-prinsip desain multimedia yang konkret.

    Misalnya, prinsip segmenting menekankan bahwa pemecahan konten kompleks menjadi konten-konten pendek akan lebih optimal. Ini mengelola intrinsic load dengan tidak memaksa otak memproses terlalu banyak sekaligus. Prinsip modality menunjukkan narasi + graphics mengalahkan teks + graphics untuk sebagian besar learner karena ini memanfaatkan dual-coding dengan optimal. 

    Namun di lapangan, video training korporat sering melanggar prinsip-prinsip ini. Bayangkan sebuah video training yang mencoba mengajarkan analisis laporan keuangan. Ketika video tersebut menampilkan animasi keren yang tidak relevan, background music berlebihan, plus teks lengkap di layar yang persis sama dengan narasi, semua elemen ini menambah extraneous load. Tidak heran peserta ajar kesulitan mengingat materinya, karena kapasitas otak habis untuk memproses elemen-elemen yang tidak penting, bukan untuk memahami cara menganalisis laporan keuangan itu sendiri.

    Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.

    Share:

    M. Rizky Fajar Ramadhan

    Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.