← Semua wawasan

Informasi Berlebihan dalam Multimedia Pembelajaran bisa Menghambat Efektivitas Belajar

April 22, 2025 · 2 menit baca

Salah satu tantangan dalam proses produksi multimedia learning di lingkungan perusahaan adalah menyampaikan materi yang padat dan teknis tanpa membuat audiens merasa kewalahan. Untuk…

Prinsip Redundansi

Salah satu tantangan dalam proses produksi multimedia learning di lingkungan perusahaan adalah menyampaikan materi yang padat dan teknis tanpa membuat audiens merasa kewalahan. Untuk mengatasi risiko beban kognitif ini, penerapan strategi desain instruksional dibutuhkan agar penyampaian informasi mudah dipahami oleh peserta ajar.

Dalam hal ini, Redundancy Principle yang dirumuskan oleh Richard E. Mayer bisa menjadi pegangan penting. Prinsip ini menyatakan bahwa pembelajaran justru akan lebih efektif ketika peserta ajar tidak dibombardir dengan informasi berlebihan. Artinya, jika teks, narasi audio, dan visual disajikan secara bersamaan namun tidak dikelola dengan baik, alih-alih memperkuat pemahaman, justru bisa menghambatnya.

Lalu, bagaimana caranya menyajikan informasi dengan padat namun tetap terasa ringan?

Di Monkey Melody, kami mempercayakan tugas ini kepada tim storyboarder, garda depan dalam menyusun pengalaman visual pembelajaran. Tugas mereka adalah mentransformasikan materi ajar menjadi alur visual yang terstruktur, komunikatif, dan tentunya tidak berlebihan.

Desain yang sesuai dengan prinsip redundansi

Peran Storyboarder dalam Menyederhanakan Video Pembelajaran

Proses ini sering kali melibatkan keputusan krusial: informasi mana yang perlu ditampilkan sebagai visual? Mana yang cukup disampaikan lewat narasi? Atau, informasi mana yang sebaiknya dipindahkan ke materi pendamping seperti e-modul atau infografik?

Sebagai contoh, dalam sebuah video pelatihan internal mengenai prosedur keamanan kerja, tim storyboarder misalnya memutuskan untuk hanya menampilkan langkah-langkah utama dalam bentuk visual yang ringkas dan jelas. Sementara itu, penjelasan detail disampaikan lewat narasi, dan daftar lengkapnya disediakan dalam bentuk dokumen terpisah. Hasilnya, video menjadi lebih fokus, tidak bertele-tele, dan tetap memberikan akses pada informasi lengkap tanpa membebani penonton.

Storyboard dalam produksi video learning Monkey Melody

Tentu saja, menyaring informasi bukan perkara insting semata. Tim storyboarder kami perlu memahami konteks materi dengan baik, membaca naskah, menelaah bahan ajar dari klien, dan melakukan riset tambahan. Beberapa materi, terutama yang bersifat teknis atau prosedural, bisa sangat menantang untuk divisualisasikan secara efektif tanpa kehilangan esensinya.

Di sinilah kepekaan terhadap prinsip Redundansi menjadi sangat penting. Kami menyadari bahwa terlalu banyak teks di layar, apalagi jika sama persis dengan narasi suara, justru akan mengurangi efektivitas penyampaian informasi. Sebaliknya, visual yang tepat, dipadukan dengan narasi yang terstruktur, justru bisa memperkuat retensi memori dan pemahaman peserta ajar.

Menyederhanakan bukan berarti mengurangi kualitas. Justru sebaliknya, di balik video pembelajaran yang terlihat ringan dan enak ditonton, ada proses panjang yang mengutamakan kejelasan, relevansi, dan efektivitas. Dengan memahami prinsip Redundansi dan melibatkan tim storyboarder sejak awal, kita dapat menciptakan konten pembelajaran yang lebih strategis dan berdampak bagi peserta ajar.

Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda.

Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Siap untuk mentransformasi materi pelatihan perusahaan menjadi video learningatau video interaktif yang efektif?

Hubungi Monkey Melody sekarang melalui WhatsApp di +62 812-1954-8155, email ke info@monkeymelody.com, atau melalui link berikut.

Ingin versi singkatnya, diterapkan untuk perusahaan Anda?

Mari bicarakan apa artinya ini untuk Anda.

Hubungi kami