Posisi Generative AI dalam Bidang Pemasaran

Posisi Generative AI dalam Bidang Pemasaran

Daftar Isi

    Banyak Perusahaan Telah Mengintegrasikan Generative AI

    Sejak kehadiran ChatGPT dan platform Generative AI lainnya, Generative AI berubah dari sekadar tren menjadi alat yang benar-benar mendukung proses kerja. Dalam waktu singkat, kita sudah melihat transformasi luar biasa. Dari yang awalnya hanya sebatas menghasilkan teks, kini Generative AI mampu menghasilkan gambar dan video berkualitas tinggi serta membantu merancang berbagai hal termasuk strategi konten.

    Menurut hasil survei oleh Kaltura, 52% profesional marketing dari 500 responden sudah mengintegrasikan AI dalam workflow mereka. Sementara 36% lainnya sedang dalam tahap eksperimen. Artinya, hampir 90% tim pemasaran sudah bersentuhan dengan AI.

    Menariknya, data dari World Economic Forum menyebutkan bahwa pekerjaan di bidang media dan pemasaran termasuk dalam kategori dengan potensi tinggi untuk tergantikan oleh AI. Lebih tepatnya di posisi ketiga setelah Artificial Intelligence and Big Data dan Reading, Writing, and Mathematics.

    Beberapa contoh penerapan Generative AI misalnya penyusunan copywriting yang terstruktur dengan tone sesuai citra brand, Meriset keyword SEO dengan cepat, Menganalisis sentimen audiens di media sosial, dan lainnya.

    Ancaman atau Kesempatan?

    Para tim profesional di bidang L&D atau HARI memiliki peran strategis untuk menjembatani gap ini. Beberapa langkah yang bisa mulai dilakukan di antaranya adalah dengan melakukan audit keterampilan saat ini di divisi marketing. Ini penting untuk mengidentifikasi karyawan yang masih kekurangan literasi AI.

    Meski Generative AI terasa ajaib, penggunaannya tetap butuh strategi. Deloitte mencatat bahwa banyak organisasi kesulitan men-scale nilai awal dari penggunaan AI karena kendala utama, yaitu kurangnya keterampilan dari para penggunanya.

    Begitu sudah berhasil dideteksi, saatnya menyediakan fasilitasi pelatihan berbasis praktik. Misalnya, sesi live prompt crafting, studi kasus penggunaan GenAI untuk konten kampanye, atau simulasi marketing automation.

    Tentunya diperlukan budaya eksplorasi, bukan kompetisi. Alih-alih merasa tersaingi oleh AI, tim bisa melihat AI sebagai mitra kerja yang bisa mempercepat berbagai proses sehingga kinerja perusahaan meningkat.

    Tim marketing bisa sangat terbantu dengan GenAI dalam hal pembuatan konten, riset audiens, hingga analisis data. Tapi kalau tidak tahu bagaimana cara menyusun dan meng-input prompt yang optimal ke dalam AI, hasilnya bisa kurang memuaskan dan justru tidak optimal. Mirip seperti bekerja dengan vendor baru, kita perlu memahami gaya komunikasi dan prosesnya supaya lebih akurat dan efektif.

    Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.

    Share:

    M. Rizky Fajar Ramadhan

    Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.

    Menjaga Materi dan Visual Video Pembelajaran Animasi Tetap Koheren tapi Keren

    Menjaga Materi dan Visual Video Pembelajaran Animasi Tetap Koheren tapi Keren

    Daftar Isi

      Pentingnya mengikuti Coherence Principle dalam multimedia pembelajaran

      Pernah tidak menonton video pembelajaran yang visualnya sangat menarik dengan grafis dan animasi yang dinamis, tapi setelah ditonton sampai habis, poin-poin utamanya justru tidak ingat?

      Bisa jadi, video pembelajaran seperti itu hanya memprioritaskan estetika tanpa memadukannya dengan konteks pembelajaran. Hasilnya, pesan-pesan utamanya jadi tenggelam.

      Dalam dunia digital learning yang makin kompetitif, estetika memang penting, tapi jangan sampai mengorbankan koherensi. Apalagi di ranah korporat, di mana training bukan sekadar hiburan, tapi harus memberikan dampak nyata terhadap performa karyawan.

      Menurut Richard E. Mayer, tokoh penting di bidang multimedia learning, ada prinsip yang disebut Coherence Principle. Prinsip ini menekankan bahwa pembelajaran akan lebih efektif kalau semua elemen visual, teks, dan suara dalam video itu nyambung alias saling melengkapi untuk mendukung materi yang disampaikan.

      Artinya, pembawaan voice over atau narasumber, grafis, teks, dan animasi bukan sebatas pemanis. Semua elemen harus dipilih dan dirancang sedemikian rupa melalui berbagai pertimbangan untuk mendukung proses belajar. Terlalu banyak hiasan atau informasi yang tidak relevan justru bisa mengalihkan perhatian peserta dari inti materi.

      Peran storyboarding dalam menyeimbangkan kedua elemen tersebut

      Di Monkey Melody, kami percaya bahwa keren dan koheren bukan dua hal yang bertolak belakang. Justru, keduanya bisa berjalan bersama asal dirancang sejak awal.

      Salah satu kunci utamanya ada di tahap storyboarding. Sebelum animasi mulai digarap, tim kami mengonversi bahan materi menjadi naskah. Lalu naskah tersebut dikonversi menjadi storyboard visual.

      Storyboard sendiri adalah rangkaian gambar atau sketsa yang berfungsi untuk menggambarkan alur visual dan narasi video yang dijadikan sebagai panduan untuk desainer dan animator. Elemen-elemennya mencakup urutan adegan, peletakan aset visual, pemilihan atau sketsa aset visual, arahan animasi, dan sejenisnya.

      Dalam fase ini, tim kami membedah konten dan melakukan riset secukupnya supaya setiap aset visual mengandung konteks yang sesuai dengan yang disampaikan.

      Tim storyboarder kami juga menentukan layout serta timing kemunculan dan pergerakan setiap elemen visual agar selaras dengan narasi yang disampaikan. Elemen-elemen ini nantinya akan menghasilkan animasi yang menarik dan akurat secara konten.

      Di tahap pasca produksi, desainer dan animator pun memiliki panduan untuk mengonversi storyboard tersebut menjadi hasil visual yang menarik namun relevan dan mudah dicerna oleh peserta ajar.

      Kami juga rutin berdiskusi dengan Subject Matter Expert (SME) bila diperlukan untuk memastikan bahwa visual yang kami buat tidak hanya estetik, tapi juga akurat secara teknis dan pedagogis.

      Tentunya peserta pelatihan punya waktu dan perhatian yang terbatas. Kita semua ingin video pembelajaran yang menarik, tapi yang lebih penting: video tersebut harus berdampak. Koherensi bukan berarti membosankan. Dan estetika bukan berarti hanya fokus pada visual Keduanya bisa berpadu untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif dan menyenangkan.

      Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.

      Share:

      M. Rizky Fajar Ramadhan

      Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.

      3 Tips Mengonversi Materi Ajar Menjadi Aset Visual

      3 Tips Mengonversi Materi Ajar Menjadi Aset Visual

      Daftar Isi

        Grafis dan Animasi Membutuhkan Perencanaan yang Baik

        Dalam produksi video pembelajaran, pembuatan grafis dan animasi yang relevan dengan materi ajar tentunya sangat penting. Untuk menjaga akurasi, perlu ada tim yang memiliki tingkat komprehensi yang baik dan mampu mengolah materi menjadi script dan perencanaan visual yang sesuai.

        Di Monkey Melody, tim storyboarder kami bertugas untuk mengonversi naskah menjadi storyboard yang siap digunakan oleh tim pasca-produksi alias desainer grafis dan animator. Tidak hanya sekadar menggambar, para storyboarder harus memiliki pemahaman yang mendalam terhadap materi yang disampaikan.

        Terutama untuk materi yang bersifat teknis atau kompleks, pemahaman ini menjadi krusial. Storyboard yang dibuat tanpa analisis yang mendalam terhadap naskah berisiko menampilkan visual yang kurang akurat, yang pada akhirnya dapat menimbulkan kebingungan di antara peserta ajar.

        Tim storyboarder kami juga secara spesifik menentukan layout serta timing kemunculan dan pergerakan setiap elemen visual agar selaras dengan narasi yang disampaikan. Elemen-elemen ini nantinya akan menghasilkan animasi yang menarik dan akurat secara konten.

        3 Tips Mengonversi Materi Ajar Menjadi Aset Visual

        1. Parafrasekan Penjelasan Panjang

        Materi ajar sering kali dipenuhi kalimat panjang karena biasanya memang berfungsi sebagai bahan bacaan. Namun, ketika diolah untuk video, langsung menyalin teks ke dalam video bisa membuat peserta ajar kewalahan. Ini berkaitan dengan Redundancy Principle dari Richard E. Mayer, bahwa informasi berlebihan dalam satu waktu bisa mengganggu proses belajar.

        Solusinya? Parafrase. Alih-alih menampilkan teks aslinya, coba ubah menjadi versi yang lebih ringkas tapi tetap pertahankan inti pesannya. Gunakan bahasa yang lugas dan sesuai dengan konteks peseerta ajar. Coba bayangkan kita sedang menjelaskan sesuatu kepada teman secara langsung. Biasanya tidak akan seformal penjelasan dalam buku teks, bukan?

         

        1. Visualisasikan Tahap atau Fase

        Materi ajar korporat sering kali membahas prosedur, alur kerja, atau tahapan-tahapan tertentu. Salah satu metode yang bisa dilakukan adalah dengan mengonversi teks menjadi bentuk visual sequence.

        Visual-visual yang menggambarkan tahap atau fase akan membantu peserta ajar memahami alur dengan lebih cepat, tanpa perlu membaca paragraf panjang. Tentunya, tim kreatif seperti tim storyboarder perlu benar-benar memahami kontennya supaya visualnya tidak membuat peserta ajar bingung karena tidak akurat.

         

        1. Visualisasikan Penggalan Kalimat

        Pernah membaca paragraf materi yang teknis dan ‘berat’? Ketika kita menghadapi paragraf seperti ini, sebaiknya kita pecah dulu menjadi beberapa bagian.

        Identifikasi ide-ide kunci dalam paragraf tersebut, lalu ubah menjadi penggalan-penggalan kecil yang bisa divisualisasikan secara terpisah. Setiap penggalan bisa disajikan menjadi beberapa aset visual yang menggambarkan penjelasan tertentu, tergantung konteksnya. Hal ini penting supaya peserta ajar dapat menangkap informasi secara bertahap dan tetap engaged.

        Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.

        Share:

        M. Rizky Fajar Ramadhan

        Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.

        lebih baik menampilkan sosok narasumber atau cukup dengan voice over?

        lebih Baik Menampilkan Sosok Narasumber atau Cukup dengan Voice Over?

        Daftar Isi

          Perbedaan Singkat Menggunakan Sosok Narasumber dan Voice Over

          Di era digital learning seperti sekarang, kita dimanjakan dengan berbagai bentuk penyajian materi pembelajaran sepertinya misalnya, video interaktif dan video animasi. Sering kali, video pembelajaran yang biasa kita temui di antara menampilkan sosok narasumber di layar atau hanya menggunakan voice over. Manakah yang lebih efektif?

          Menurut Richard E. Mayer, menampilkan sosok manusia dalam video pembelajaran bisa meningkatkan engagement dan pemrosesan kognitif. Hal ini berkaitan dengan Embodiment Principle yang merupakan ekspansi dari Personalization Principle. Embodiment Principle sendiri menyatakan bahwa kehadiran sosok atau karakter bisa membuat proses pembelajaran lebih efektif.

          Namun, Mayer juga merumuskan Voice Principle yang menyatakan bahwa narasi dengan suara manusia asli (bukan suara robotik atau teks berjalan) lebih efektif dalam membantu pemahaman. Suara manusia yang dibawakan secara natural dapat memandu peserta ajar dengan nyaman, bahkan jika tidak ada wajah yang muncul di layar.

          Artinya, selama voice over dibawakan dengan hangat, jelas, dan natural, tanpa terdengar seperti membaca naskah berita, materi masih bisa disampaikan dengan sangat baik.

          Sebaiknya pilih yang mana?

          Biasanya untuk materi yang kompleks dan bersifat teknis, kehadiran seorang ahli yang kredibel di bidangnya bisa membangun koneksi personal yang kuat dengan audiens dan meningkatkan kepercayaan audiens terhadap akurasi materi.

          Namun kenyataannya, ada berbagai tantangan yang tidak memungkinkan adanya narasumber. Misalnya, Keterbatasan waktu dan biaya produksi, Konsep visual tertentu yang lebih cocok tanpa kehadiran narasumber, narasumber kurang pandai berbicara di depan kamera, dan sebagainya.

          Voice over menjadi alternatif yang baik karena cenderung lebih fleksibel. Misalnya, karena cukup menggunakan suara, selama tersedia mikrofon dan ruangan yang efektif, kita tidak perlu menyiapkan perlengkapan lain dan dari segi waktu pun bisa disesuaikan.

          Dalam memilih dua format ini, kita perlu mempertimbangkan berbagai aspek produksi dan berfokus pada objektif yang ingin dicapai. Apabila ada berbagai keterbatasan, voice over mungkin bisa menjadi opsi yang baik. Tentunya, kita juga perlu melihat apakah target audiens kita menikmati voice over ataukah justru lebih nyaman melihat sosok ahli secara langsung.

          Apapun format yang dipilih, pada akhirnya yang perlu diprioritaskan adalah kualitas penyampaian. Baik melalui wajah seorang narasumber yang bersahabat, maupun melalui suara yang ramah dan artikulatif, yang terpenting adalah membuat pengalaman belajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan serta mencapai objektif yang telah disusun.

          Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.

          Share:

          M. Rizky Fajar Ramadhan

          Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.

          Apa Itu Offline & Online Editing?

          Apa Itu Offline & Online Editing?

          Daftar Isi

            Offline Editing

            Setelah semua proses syuting selesai, Kita lanjut ke fase pasca produksi, fase yang sering kali dikenal banyak orang sebagian bagian editing. Padahal “editing” itu terdiri dari berbagai proses, loh. Di fase inilah dilakukan pemilihan footage alias potongan rekaman, penerapan animasi, penyesuaian audio, dan sebagainya. Nah, dalam dunia pasca produksi atau post production, ada dua istilah penting yang perlu kita kenal: offline editing dan online editing.

            Offline editing bisa dibilang sebagai tahap “merangkai cerita.” Di sini, editor bekerja menggunakan salinan footage berkualitas rendah (biasa disebut proxy footage) untuk mempercepat proses kerja. Mengapa tidak langsung menggunakan footage aslinya? Karena file asli dari kamera biasanya berukuran sangat besar. Kalau dipaksakan, prosesnya justru menjadi lambat dan tidak efektif.

            Jadi, pada tahap ini, editor akan memilih dan menyusun adegan sesuai storyboard atau naskah, memotong bagian-bagian yang tidak diperlukan, dan menyusun alur cerita agar mengalir dengan baik.

            Offline editing bisa dibilang sebagai fase “draft kasar” dari video. Di sinilah keputusan kreatif besar banyak terjadi, seperti memilih mana adegan yang paling berdampak, bagaimana ritme narasi dibangun, atau kapan transisi yang pas digunakan.

            Online Editing

            Setelah offline edit-nya oke dan disetujui oleh tim kreatif atau klien, kita naik kelas ke fase online editing. Inilah saatnya footage asli digunakan kembali, tapi kali ini dengan sentuhan akhir. Setelah tahap ini dikerjakan, video pun naik kelas dari draft kasar menjadi hasil akhir yang siap ditonton audiens. Beberapa hal yang dilakukan di tahap online editing antara lain:

            – Color grading: mengatur tone warna agar tampilan lebih konsisten dan sinematik.

            – Graphics & animation: memasukkan elemen seperti logo, animasi judul, atau motion graphic.

            – Visual effect (VFX): jika ada efek khusus yang dibutuhkan, seperti transisi kompleks atau penghilangan objek.

            – Audio finishing: termasuk sinkronisasi suara, sound effect tambahan, hingga mixing akhir.

            Baik offline maupun online editing, keduanya adalah bagian penting dari proses bercerita lewat video. Layaknya membangun rumah, offline editing adalah menyusun kerangka dan struktur, sementara online editing adalah proses finishing, memberi warna, pencahayaan, dan sentuhan estetika agar tampil menawan.

            Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.

            Share:

            M. Rizky Fajar Ramadhan

            Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.

            Generative AI dalam Dunia Kerja: Dari Sekadar Tren ke Realitas Harian

            Generative AI dalam Dunia Kerja: Dari Sekadar Tren ke Realitas Harian

            Daftar Isi

              Perkembangan Generative AI

              Jika tahun 2022 adalah masa perkenalan AI dan 2023 menjadi titik lonjakan besar masuknya AI ke tempat kerja, maka 2024 adalah momen ketika Generative AI (GenAI) mulai benar-benar terintegrasi dalam operasional sehari-hari di berbagai area.

              Menurut laporan McKinsey yang dirilis pada Mei tahun ini, jumlah organisasi yang menggunakan AI secara rutin telah meningkat dua kali lipat hanya dalam waktu 10 bulan terakhir. Ini menandakan bahwa GenAI sudah bukan lagi sebatas fenomena baru.

              Large Language Models (LLMs), otak di balik GenAI, telah berkembang pesat dari yang sebelumnya hanya terbatas pada input dan output teks. Kini, LLM bisa memahami konteks yang kompleks, menghasilkan visual, video, bahkan audio, serta memproses input dalam jumlah besar.

              Mempersiapkan SDM untuk Mengintegrasikan Generative AI

              Meskipun adopsi GenAI makin luas, tantangan yang dihadapi perusahaan saat ini bukan soal teknologinya, melainkan bagaimana menyiapkan manusianya. Deloitte, dalam State of Generative AI in the Enterprise Quarter three report, mencatat bahwa banyak organisasi mulai merasakan manfaat awal dari GenAI, tapi masih kesulitan untuk scale up karena belum semua karyawan memiliki keterampilan yang dibutuhkan.

              Menurut riset dari ManpowerGroup, dalam Q1 2024 ManpowerGroup Employment Outlook Survei, tantangan terbesar bagi pekerjaan yang melibatkan AI adalah pelatihan. Lebih tepatnya bagaimana melatih karyawan agar bisa mengintegrasikan AI dalam pekerjaan mereka sehari-hari.

              Untuk memetik manfaat maksimal dari GenAI, organisasi membutuhkan strategi menyeluruh. Artinya, semua fungsi kerja, baik tim keuangan, pemasaran, maupun operasional, perlu dibekali pemahaman dan keterampilan dasar tentang GenAI.

              Udemy Business, misalnya, telah menyusun beberapa learning path praktis untuk mendukung kesiapan talenta di perusahaan dalam menghadapi transformasi ini. Empat program yang relevan dan bisa menjadi langkah awal pembekalan adalah:

                1. Introduction to GenAI for All Employees – Mengenal dasar-dasar GenAI dan manfaatnya di berbagai konteks pekerjaan.
                2. Next-Level GenAI Tech for All Employees – Memahami fitur lanjutan seperti prompt engineering dan penggunaan alat bantu berbasis AI.
                3. GenAI Skills to Drive Productivity – Fokus pada peningkatan efisiensi dan produktivitas melalui automasi dan analisis data berbasis AI.
                4. GenAI Skills for Leaders – Untuk pemimpin tim dan manajer yang perlu memahami bagaimana mengelola tim dan proses kerja dalam era AI.

              Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.

              Share:

              M. Rizky Fajar Ramadhan

              Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.

              3 Tantangan yang Dapat Muncul Selama Syuting Video Pembelajaran

              3 Tantangan yang Dapat Muncul Selama Syuting Video Pembelajaran

              Daftar Isi

                Peran Syuting dalam Video Pembelajaran

                Dalam penyusunan video pembelajaran, ada beberapa fase yang perlu dilalui sebelum hasil akhirnya bisa didistribusikan. Salah satu proses krusial dalam produksi adalah syuting. Syuting adalah proses pengambilan gambar atau rekaman visual dan audio. Dalam konteks video pembelajaran, syuting bisa berupa pengambilan adegan sisipan sebagai visualisasi atau pengambilan penyampaian narasumber. Dalam konteks ini, kita berfokus pada pengambilan penyampaian narasumber.

                Kelancaran proses syuting berdampak langsung pada kualitas hasil akhir. Jika alurnya tertata dengan baik, kru syuting bisa bekerja secara efektif tanpa ada kebingungan dan ada energi yang terbuang percuma. Talent pun dapat membawakan materi secara natural karena prosesnya berjalan tanpa banyak jeda.

                Namun, meskipun segala hal sudah dirancang dan dijadwalkan dengan baik, selalu ada potensi tantangan yang muncul di hari-H. Beberapa dari tantangan ini bersifat teknis, sementara yang lain melibatkan manusia dan komunikasi.

                Berikut adalah tiga tantangan yang cukup umum terjadi selama proses syuting bersama narasumber, lengkap dengan langkah antisipatif yang bisa dilakukan.

                3 Tantangan Selama Syuting bersama Narasumber

                1. Masalah Perlengkapan Teknis

                Perlengkapan syuting adalah tulang punggung produksi. Dari pengalaman Monkey Melody, masalah teknis kadang bisa terjadi secara tidak terduga. Kami pernah mengalami situasi di mana ada lampu yang tidak berfungsi dengan baik, atau mikrofon wireless menghasilkan noise yang tidak terdeteksi saat pengecekan awal.

                Masalah seperti ini bisa menghambat jalannya produksi dan memakan waktu cukup banyak. Untuk itu, penting bagi tim produksi untuk menyediakan waktu khusus untuk technical check sebelum syuting dimulai dan bila memungkinkan menyiapkan perlengkapan cadangan.

                Langkah-langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko gangguan dan membantu menjaga alur syuting tetap lancar.

                 

                1. Talent Membutuhkan Penyesuaian

                Dalam banyak proyek video pembelajaran korporat, talent yang digunakan adalah Subject Matter Expert (SME) atau narasumber internal perusahaan. Meskipun ahli di bidangnya, tidak semua SME terbiasa berbicara di depan kamera. Beberapa merasa canggung, grogi, atau butuh waktu lebih lama untuk menyampaikan kalimat sesuai naskah.

                Pengalaman kami menunjukkan bahwa pendekatan yang manusiawi dan suportif sangat membantu. Hal-hal yang bisa diterapkan misalnya dengan mengadakan sesi briefing sebelum hari syuting. Jika memungkinkan, berikan SME kesempatan untuk latihan mandiri menggunakan kamera yang ada agar terbiasa melihat dan mendengar dirinya sendiri.

                 

                1. Perubahan Naskah di Lokasi

                Meskipun naskah sudah disetujui dan dikunci sebelumnya, perubahan kadang tidak bisa dihindari. Bisa jadi karena konteks berubah, ada terminologi yang perlu disesuaikan, atau klien melihat ada bagian yang lebih baik diubah saat syuting berlangsung.

                Untuk menghadapi hal ini, penting untuk menerapkan fase review naskah yang ketat sebelum syuting, termasuk validasi oleh pihak konten dan komunikasi. Selain itu, perlu ada alur komunikasi yang jelas antara klien, sutradara, dan tim produksi. Namun, ketika perubahan terjadi di lokasi, sutradara perlu bisa mengambil keputusan cepat dan tepat.

                Kunci dari tantangan ini ada pada kelincahan berpikir dan kualitas komunikasi di antara semua pihak yang terlibat.

                Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.

                Share:

                M. Rizky Fajar Ramadhan

                Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.

                Pentingnya Menjelaskan Konsep Dasar dengan Cara yang Menarik

                Pentingnya Menjelaskan Konsep Dasar dengan Cara yang Menarik

                Daftar Isi

                  Konsep Dasar Bukan Sekadar Definisi

                  Dalam video pembelajaran, penjelasan konsep dasar menjadi fondasi atau pijakan awal yang membantu peserta ajar memahami arah pembelajaran sebelum diajak ke pembahasan yang lebih dalam.

                  Sering kali, konsep dasar hanya disampaikan dalam bentuk definisi panjang yang sering kita temukan di dalam buku teks formal ataupun artikel ilmiah. Padahal, pendekatan seperti ini berisiko membuat peserta ajar merasa jenuh ketika definisi tersebut hanya dibacakan apa adanya.

                  Alih-alih hanya mengandalkan teks baku, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat penyampaian konsep dasar terasa lebih hidup. Misalnya dengan menggunakan analogi visual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan memanfaatkan animasi untuk menggambarkan perubahan atau pergerakan.

                  Contohnya, saat menjelaskan konsep “arus listrik”, alih-alih langsung menyodorkan rumus dan satuan, kita bisa membuka dengan ilustrasi aliran air yang mengalir melalui pipa. Setelah pemirsa memahami logikanya, barulah istilah seperti “volt”, “ampere”, atau “resistansi” diperkenalkan.

                  Merancang Ketertarikan Via Storyboard

                  Di Monkey Melody, kami percaya bahwa ketertarikan peserta terhadap materi dapat dirancang. Salah satu tugas penting tim storyboarder kami adalah memastikan bahwa bagian awal video ataupun bagian pertama dari sebuah seri video mampu menarik perhatian sekaligus membangun pemahaman dasar yang kuat.

                  Kami biasanya memulai dengan riset: memahami konteks materi, mencari referensi visual yang relevan, lalu berdiskusi dengan Subject Matter Expert (SME) untuk menghindari miskonsepsi. Setelah itu, kami menyusun bagaimana memadukan narasi dan pergerakan visual.

                  Misalnya:

                  – Jika narator menyebutkan istilah baru, visual akan langsung menampilkan ilustrasi atau teks pendukung.

                  – Jika ada alur proses, animasi ditata berurutan dengan kecepatan yang sesuai ritme bicara.

                  – Transisi antar bagian dirancang agar tidak terasa tiba-tiba, tetapi tetap menjaga dinamika.

                  Penjelasan konsep dasar yang menarik bukan hanya soal “paham”, tetapi juga soal “ingin tahu lebih jauh”. Jika peserta merasa terhubung sejak awal, kemungkinan besar mereka akan lebih antusias mengikuti materi selanjutnya.

                  Menjelaskan konsep dasar dengan cara yang menarik bukan soal gaya semata, tapi soal strategi pembelajaran yang berdampak. Visualisasi yang tepat, alur narasi yang runtut, dan pendekatan yang membumi akan membantu peserta ajar merasa siap untuk belajar lebih lanjut.

                  Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.

                  Share:

                  M. Rizky Fajar Ramadhan

                  Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.

                  Tren Pendekatan Berbasis Skill

                  Tren Pendekatan Berbasis Skill

                  Daftar Isi

                    Apa Itu Pendekatan Berbasis Skill?

                    Di tengah perubahan dunia kerja yang begitu cepat, pendekatan berbasis skill kini mulai dilirik sebagai strategi utama dalam pengembangan talenta. Menurut laporan Udemy Business 2025 Global Learning & Skills Trends Report, 84% organisasi global saat ini mulai mempertimbangkan implementasi pendekatan berbasis skill. Bahkan, 75% di antaranya sudah menjalankan setidaknya satu proses yang berlandaskan pendekatan ini.

                    Pendekatan berbasis skill (skills-based approach) adalah strategi pengembangan SDM yang tidak terpaku pada gelar, jabatan, atau masa kerja, melainkan menempatkan keahlian sebagai fokus utama.

                    Transformasi digital, kemunculan AI, perubahan model bisnis, hingga munculnya generasi pekerja baru yang lebih dinamis, semuanya menjadi pemicu. Dunia kerja membutuhkan respons yang gesit. Maka, perusahaan pun tak bisa lagi bergantung pada struktur tradisional.

                    Pendekatan berbasis skill menawarkan fleksibilitas. Tim rekrutmen bisa menemukan talenta yang fit berdasarkan keahlian spesifik, bukan hanya latar belakang pendidikan. Divisi L&D dapat merancang program pelatihan yang lebih terarah dan berdampak. Sementara itu, karyawan memiliki jalur pengembangan karier yang lebih transparan dan relevan.

                    Skill Development & Skill Validation

                    Dalam praktiknya, ada dua aspek utama yang perlu menjadi perhatian, yaitu Skill Development & Skill Validation.

                    Skill Development

                    Ini adalah proses pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi individu agar mampu menghadapi tuntutan pekerjaan yang terus berkembang. Bentuknya bisa berupa pelatihan internal, microlearning, proyek lintas fungsi, hingga pengalaman belajar berbasis digital.

                    Ada beberapa prinsip penting dalam skill development. Misalnya, Karyawan perlu tahu kenapa mereka mempelajari suatu skill dan bagaimana menerapkannya. Selain itu, feedback yang dipersonalisasi juga penting supaya karyawan dapat menyesuaikan proses belajarnya dengan tepat.

                    Skill Validation

                    Setelah seseorang mengembangkan keahlian baru, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa skill tersebut memang dikuasai. Proses validasi ini bisa dilakukan melalui uji kompetensi, portofolio kerja, hingga asesmen berbasis proyek.

                    Validasi skill menjadi penting karena menjamin accountability bahwa pelatihan berdampak nyata, membantu manajemen mengukur efektivitas program pengembangan SDM, dan mendorong karyawan merasa percaya diri dan termotivasi dengan pencapaian yang nyata.

                    Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.

                    Share:

                    M. Rizky Fajar Ramadhan

                    Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.

                    Menyeimbangkan Sosok Narasumber dengan Visual dalam Video Pembelajaran

                    Menyeimbangkan Sosok Narasumber dengan Visual dalam Video Pembelajaran

                    Daftar Isi

                      Image Principle

                      Dalam produksi video pembelajaran, salah satu tantangan menarik yang sering kami temui adalah soal porsi: seberapa sering sebaiknya menampilkan sosok narasumber di layar? Dari pengalaman kami, kehadiran narasumber yang ahli dalam topik yang dibahas bisa memperkuat kredibilitas konten sehingga menimbulkan kepercayaan dan kedekatan kepada peserta ajar.

                      Namun ternyata, dalam praktiknya, menampilkan wajah narasumber secara terus-menerus tidak selalu jadi pilihan paling efektif dalam mendukung proses belajar.

                      Menurut Image Principle dari Richard E. Mayer, menampilkan wajah pembicara dalam video tidak otomatis meningkatkan pemahaman peserta. Bahkan, jika tidak relevan dengan isi yang disampaikan, kehadiran narasumber justru bisa jadi distraksi. Di sisi lain, visual yang tepat dan relevan bisa membantu memperkuat makna dan mempercepat pemahaman peserta ajar.

                      Di sinilah pentingnya keseimbangan. Bukan soal “narsum harus sering tampil” atau sebaliknya “narsum cukup voice-over saja”, melainkan bagaimana kita menempatkan keduanya secara strategis dan kontekstual.

                      Membagi Adegan Menjadi Dua Jenis

                      Dalam proyek-proyek yang kami tangani di Monkey Melody, kami sering membagi storyboard video pembelajaran menjadi dua jenis adegan utama:

                      1. Adegan Narasumber
                      Digunakan untuk membangun koneksi emosional dengan penonton. Biasanya muncul di bagian awal saat perkenalan sub-topik, transisi antar segmen, atau ketika ada penekanan penting dari si ahli. Kehadiran narasumber bisa memberi rasa “percaya” dan kedekatan, apalagi jika topiknya cukup teknis.

                      2. Adegan Visual Fullscreen
                      Di sinilah kita bisa bermain dengan ilustrasi, motion graphic, hingga potongan video yang mendukung penjelasan. Adegan ini biasanya digunakan ketika penjelasan mulai masuk ke detail atau konsep yang kompleks. Visual yang ditampilkan harus sesuai dengan isi, tidak hanya sebagai pemanis.

                      Dengan membagi jenis adegan seperti ini, tim produksi bisa lebih mudah menyusun alur video dan memastikan pesan yang disampaikan tetap fokus.

                      Menyeimbangkan antara sosok narasumber dan visual bukan soal “siapa yang lebih penting”, tapi soal apa yang paling efektif untuk menyampaikan pesan. Narasumber dan visual bukan dua kutub yang bertentangan, tapi dua elemen yang bisa saling melengkapi.

                      Di Monkey Melody, kami percaya bahwa pendekatan ini membuat video pembelajaran terasa lebih dinamis dan tidak membosankan, sekaligus menjaga agar esensi materi tetap tersampaikan secara maksimal.

                      Setelah mengerjakan lebih dari 1000 multimedia pembelajaran, Monkey Melody memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan untuk memastikan bahwa setiap video yang kami buat dapat mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan. Dengan menggunakan teknologi terbaru dan pendekatan kreatif, kami siap membantu perusahaan Anda dalam menghadapi tantangan pelatihan di masa depan.

                      Share:

                      M. Rizky Fajar Ramadhan

                      Di Monkey Melody, Fajar memastikan proses pembuatan multimedia learning berjalan dengan lancar dari pra-produksi hingga pasca produksi. Selain kadang terlibat langsung dalam pembuatan script dan storyboard, Fajar juga membantu menyusun konten-konten media sosial Monkey Melody.